Iffa el em’s Weblog



MEMBACA BAGI KEHIDUPAN

Words are the only jewel I possess

Words are the only food that sustain my life

Words are the only wealth I distribute among people

(Sant Tukaram)

Masih melekat dalam ingatan semasa kecil dulu ketika belajar membaca, bacaan yang dikenalkan adalah ini Budi, ini Wati, ini ibu Budi dst…. Sebuah pembekalan sebagai gerbang awal memasuki dunia pengetahuan. Dalam pandangan awam (dan mungkin saat ini masih ada), keberhasilan pendidikan ditandai dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan kemampuan membaca berhenti kepada kemampuan membaca sebuah tulisan, tidak pada hakikat yang lebih kuat.

Saya bersyukur, sejak SMP hingga SMA saya berteman dekat dengan teman-teman yang mencintai buku, berawal dari merekalah titik balik kehidupan saya selanjutnya. Dari mereka saya mengetahui tentang banyak hal melalui buku.  Bermula dari menyukai buku komik, majalah anak, hingga beralih kepada majalah remaja yang lebih banyak memuat cerpen-novel Islami hingga kemudian ketika SMA salah satu  teman saya memperkenalkan  Filsafat For Beginner.

Memaknai Arti Penting Membaca

Dalam sebuah majalah pada kolom inspirasi, mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan untuk mewujudkankan mimpinya membangun sebuah taman bacaan. Sangat menarik dan mengharukan, kisah dalam rubrik tersebut menceritakan bagaimana seorang Kiswati yang mempunyai sebuah impian mendirikan sebuah taman bacaan untuk masyarakat, ia sangat menyadari tentang arti pentingnya sebuah buku bagi masa depan anak bangsa. Perjalanann dalam mewujudkan impian inipun tidak berjalan dengan mulus, kemiskinan menjadi bagian aral dalam mewujudkan impian ini. Namun aral tersebut tidak menjadi kendala untuk mewujudkan impian, satu demi satu Kiswati mengumpulkan buku bacaan hingga puluhan tahun lamanya, dan yang menarik adalah  ia rela menjadi babu (pembantu) dengan gaji sebuah buku. Satu perjalanan hidup yang cukup langka, tidak semua orang rela digaji dengan buku, hanya orang yang memahami tentang arti pentingnya buku dalam proses kehidupan.  Hingga kemudian sepotong demi sepotong impian itupun terwujud. Di tahun 2006 ia mendirikan sebuah taman bacaan WARABAL  (warung baca Lebakwangi) di kawasan Parung Bogor dengan koleksi buku 2.559. Taman bacaan ini diperuntukkan untuk umum terutama bagi anak-anak sekitar. 

Seandainya 40% saja masyarakat Indonesia memiliki semangat impian seperti Kiswati, maka perkembangan kualitas masyarakat Indonesia tidak hanya menggeliat melainkan bangun dan berkembang dengan pesat. Dalam beberapa dekade ini, hasil-hasil survey membuktikan bahwa kebiasaan membaca pada masyarakat Indonesia jauh tertinggal dengan negara tetangga lainnya.  Hasil survey sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara, Indonesia berada di peringkat ke-39. Salah satu indikator kebiasaan membaca adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi oleh sepuluh orang, di negara tetangga seperti Srilangka perbandingannya satu surat kabar adalah 1:38, Philipina 1:30 dan Malaysia 1:18 sementara rasio jumlah penduduk Indonesia dengan surat kabar adalah l:43, artinya konsumsi satu surat kabar untuk 43 orang. Berbagai data telah menunjukkan  bahwa membaca bagi masyarakat Indonesia belum menjadi sebuah kebutuhan dasar.

Hasil dari dua survey ini semoga menjadi bahan perenungan bersama, bahwa membaca memiliki peran penting dalam membangun kualitas bangsa. Laporan UNESCO pada tahun 2005 yang berjudul Literacy for Life menyebutkan bahwa ada hubungan yang erat antara illiteracy  dengan kemiskinan. Di banyak negara, di mana angka kemiskinan  tinggi, tingkat literasi cenderung rendah. Illiteracy menyebabkan tingkat penghasilan perkapita rendah. Seperti yang terjadi di  Banglades, Ethiopia, Ghana, India, Nepal, dan Mozambique. Lebih dari 78  persen penduduknya, penghasilan per hari di bawah 2 dollar AS.

Mereka yang mempunyai kemampuan literasi (melek huruf secara fungsional), berkesempatan mencari dan memperoleh informasi yang memungkinkan  untuk mengembangkan usaha: misalnya soal produk apa yang sedang dicari  orang; mencari celah-celah pasar baru; dan sebagainya. Komunikasi  dengan rekanan bisnis menjadi efektif dan hemat, terbukanya kesempatan  mengikuti kursus atau pelatihan untuk meningkatkan kapasitas. Termasuk  lincah menciptakan lowongan kerja bagi dirinya sendiri.

Membaca Adalah ……

Setiap pribadi memiliki makna tersendiri tehadap pentingnya membaca. Dalam salah satu judul buku Hernowo berjudul andai Buku Itu Sepotong Pizza. Hernowo menuliskan betapa pentingnya buku (dalam hal ini membaca) dalam perkembangan kehidupan kita. Dalam masyarakat tidak menjadi hal biasa ketika menyisihkan uang penghasilan mereka untuk membeli buku secara rutin. Dalam masyarakat pada umumnya belum menjadi hal yang lumrah meluangkan waktu secara khusus disela-sela kesibukan yang dilakukan untuk membaca. Andai  membaca ibarat nasi, yang tidak bisa lepas dalam keseharian kita maka lihatlah apa yang akan terjadi kemudian??

Membaca bagi Sindhunata merupakan kaki, filosofi yang cukup menarik. Pernyataan ini terinspirasi dari tulisan Wolf Biermann yang berjudul Die Fusse des Dichter (Kaki Panyair), yang dipersembahkan untuk memperingati kematian penyair Moses Rosenkranz (penyair yang benr-benar membaktikan hidupnya untuk syair). Dalam tulisan  Bermann menyiratkan bahwa kaki memiliki arti penting. Kaki mencintai sejarah kendati kemajuan memaksa untuk tidak mengacuhkan sejarah. Kaki yang menyejarah diperoleh melalui membaca. Hidup yang berkaki kuat adalah hidup yang tidak sempit dan berani menjelajah. Namun bagaimana akan mengetahui yang luas dan mendapat inspirasi untuk menjelajah jika tidak membaca? Konsep inilah yang mejadi pandangan Sindunata bahwa membaca adalah kaki.

Lain halnya dengan Azyumardi Azra (mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah) dalam tulisanya yang berjudul Membaca Dan Menulis Sebuah “Personal Account” menyatakan bahwa buku (dalam hal ini juga meupakan proses membaca)   merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupannya. Bagi pak Azra buku adalah teman setia yang selalu mendampingi dimanapun berada. Pada tahun 2004 koleksi buku pak Azra berkisar 12.000 sampai 15.000 judul, maka bisa dipastikan ditahun 2009 ini koleksi buku pak Azra semakin bertambah. Pak Azra membuktikan bahwa buku merupakan bagian dari kehidupan, bagian dari makanan pokok.

Tidak berlebihan juga jika Daoed Joesoef mengemukakan bahwa manusia mungkin bisa hidup tanpa menjadi seorang pembaca, tanpa membiasakan diri untuk membaca. Namun sebuah demokrasi hanya akan berkembang apalagi survive disuatu masyarakat yang warganya adalah pembaca. Individu yang merasa perlu untuk membaca, bukan sekedar menjadi pendengar dan berbicara. Hal ini disebabkan karena semua perbuatan manusia berawal dalam pikiran. Sedangkan pola pikir  pada semua masyarakat manusia merupakan ramusan dari (a) generalisasi keilmuan, (b) fakta-fakta empiris dan histories, pengertian mitologis religius dan gagasan politik etis. Semua itu hanya dapat diwariskan dan diperoleh secara komprehensif melalui tulisan, sedangkan tulisan itu tidak akan bermakna apapun tanpa dibaca. Maka lihatlah bagaimana kejayaan Islam pada masa Abbasiyah terutama  pada masa kepemimpinan Al-Makmun. Dan lihatlah bagaimana masa kebangkitan bangsa Eropa setelah melakukan penjarahan berbagai buku ilmu pengetahuan.

Tidak berlebihan jika kata Sant Tukaram yang menjadi prolog awal  dalam tulisan ini saya jadikan sebagai motto mengenai arti pentingnya membaca dalam kehidupan. Satu-satunya permata yang saya miliki dan tidak akan pernah khawatir untuk kehilangan permata itu. Sebuah makanan yang menopang hidup, jika empat sehat lima sempurna merupakan makanan pokok yang menopang keberlangsungan hidup, maka kata-kata (membaca) merupakan makanan bagi otak agar tidak beku. Sedangkan hasil membaca merupakan harta kekayaan yang akan dibagikan kepada setiap orang, dalam hal ini melalui oral maupun literal (menulis).

Silahkan memaknai ulang pentingnya membaca bagi kehidupan anda !!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: